Posts Tagged ‘irene kharisma

20
Jun
09

Kejurnas Catur Antar Mahasiswa 2009

Irene Kharisma Kejuaraan Nasional Catur Mahasiswa sebentar lagi digelar di Auditorium Gedung D Lantai 2, DITJEN DIKTI, Depdiknas Jl. Jend. Soedirman Pintu I, Senayan Jakarta, 20-24 Juni 2009. Sudah lebih dari 200an mahasiswa/i dari lebih lima puluh perguruan tinggi dari ujung Sumatera Utara sana hingga kota Makassar di sebelah Timur Indonesia telah mendaftarkan diri.

Para pecatur terbaik Indonesia seperti GMW Irene Kharisma Sukandar yang baru lulus SMA dan masuk Universitas Gunadarma (Jakarta) sudah menyatakan diri ambil bagian. Juara bertahan di perorangan putra MI Tirta Chandra Purnama dari STIE Indonesia (Jakarta) juga memastikan diri akan mempertahankan gelarnya. Bahkan dalam acara konperensi pers hari ini Rabu 17 Juni 2009 Tirta Chandra mau melakukan eksebisi catur buta (main tanpa melihat papan) melawan wartawan penggemar catur yang hadir!
Lanjutkan membaca ‘Kejurnas Catur Antar Mahasiswa 2009’

Iklan
17
Des
08

Irene Kharisma Grand Master Wanita Pertama Di Indonesia

irene-kharismaPecatur putri nomor satu Indonesia, Irene Kharisma Sukandar, dipastikan menyandang gelar Grand Master Wanita (GMW) dan menjadi GMW pertama Indonesia, menyusul pemberian sertifikat norma GMW ketiga untuk Irene yang diserahkan oleh Presiden Konfederasi Catur ASEAN Ignatius Leong saat dia bertanding di Singapura Terbuka pada 9-14 Desember 2008.

“Irene memastikan meraih norma GMW ketiganya setelah dia menyelesaikan Olimpiade Catur di Dresden, Jerman baru-baru ini,” demikian menurut Humas PB Percasi Kristianus Liem, Rabu.

Saat itu Sabtu 13 Desember 2008, Singapura Terbuka sudah memasuki babak kedelapan, Irene, yang gelisah karena tawaran remisnya ditolak Yang Kaiqi (rating 2429) dari China, tengah berjalan menuju kamar kecil. Dan secara kebetulan berpapasan dengan Presiden Asosiasi Catur ASEAN Ignatius Leong yang langsung menahannya dan memberikan sertifikat yang diidam-idamkannya itu.

“Ah, yang benar, seriuskah ini?” kata Irene kepada Ignatius Leong. “Sebab sudah dihitung tempo hari rata-rata ratingnya kurang sedikit dari persyaratan,” jelas Irene polos.

“Kamu lihat saja sertifikat tersebut, siapa saja yang menandatanganinya? Perhatikan pula keaslian stempelnya. Kok bukannya senang malah meragukan?” ujar Leong.

Sementara itu, kapten tim putri Indonesia untuk Olimpiade Dresden 2008 MF Sebastian Simanjuntak ketika dihubungi menyebutkan, rating rata-rata lawan Irene masih kurang tujuh poin dari persyaratan minimal.

“Tapi ketika saya tanyakan ke Leong, beliau bilang biarlah itu tanggung jawab para wasit yang menghitung. Yang penting tanda tangan dan stempelnya asli,” kata Sebastian yang juga main pada Singapura Terbuka dan Kuala Lumpur Terbuka.

“Sebagai wasit ketua Olimpiade Catur Dresden, tugas saya menandatangani seluruh sertifikat norma gelar yang disodorkan seluruh tim wasit yang bertugas di sana. Saya tidak merasa perlu mengecek ulang penghitungan maupun aturan mana yang mereka pergunakan. Saya percaya mereka semua memang sudah memiliki kualifikasi untuk itu?” kata Ignatius Leong yang juga Sekjen FIDE itu ketika dihubungi.