Posts Tagged ‘rusia

29
Nov
08

Armenia raih emas di Olimpiade Catur ke 38th

Negara Armenia berhasil meraih emas di olimpiade catur 38th setelah pada babak 11 terakhir mengalahkan China dengan skor 2.5:1.5 yang diselenggarakan di Dresden, Jerman. Peringkat ke 2 ditempati oleh Israel. Olimpiade catur yang di ikuti oleh 152 negara ini, di wakili oleh pecatur handal dari masing-masing negara. Sebut saja Tim Rusia yang di motori oleh Vladimir Kramnik (2772), Svidler Peter (2727), Grischuk Alexander (2719), dan Jakovenko Dmitry (2737). Sedangkan sang peraih emas Armenia di perkuat oleh Levon Aronian (2757), Vladimir Akopian (2679), Gabriel Sargissian (2642), dan Tigran L Petrosian (2629).

Pada bagian putri, Georgia berhasil meraih emas setelah mengalahkan Serbia dengan skor 3:1 tempat ke 2 di duduki oleh Ukraina yg seharusnya lebih memiliki peluang untuk mendapatkan medali emas di luar dugaan di kalahkan oleh USA dengan skor 3.5:0.5. Tim kebanggaan kita Indonesia Putra yg diperkuat oleh GM Susanto Megaranto tidak masuk peringkat 100 besar hanya Tim indonesia Putri yg di motori oleh IMW Irene Kharisma berhasil menduduki peringkat 42.

Iklan
25
Nov
08

Berakhirnya Era Dominasi Catur Rusia

Ketika berpikir tentang catur, masyarakat umum biasanya selalu berpikir tentang Rusia. Tetapi pecatur top dunia kini sudah menyebar rata: juara dunia catur sekarang berasal dari India, sedangkan juara catur dunia yunior sekarang berasal dari Mesir. Memang, sejak tahun 1991, para guru catur dan pecatur Rusia mulai berdiaspora ke seluruh pelosok dunia, tanpa menghiraukan bagaimana dan di mana permainan catur itu berlangsung.

Kecuali selama tiga tahun, antara tahun 1948-2000 pecatur Rusia selalu mendominasi gelar di Kejuaraan Dunia Catur. Pengecualian hanya terjadi pada tahun 1972 ketika pecatur Amerika Serikat (AS), Bobby Fischer –yang meninggal di bulan januari lalu di Islandia pada usia 64 tahun—merampas gelar juara dunia dari Boris Spassky.

Saat kemenangan itu dirayakan sebagai sebuah perubahan dominasi kultural di era Perang dingin, Fischer terus berada di puncak, sampai ia menolak mempertahankan gelarnya tahun 1975. Maka, setelah tiga tahun gelar juara dunia kembali ke pecatur Rusia Anatoly Karpov. Dominasi Rusia kemudian terus berlangsung hingga akhir abad 20.

Kemenangan panjang dan berturut-turut itu barangkali tak terlalu mengherankan. Bagi negara Uni Sovyet, catur identik dengan politik.

“Uni Sovyet memang bertujuan mendominasi catur dunia,” kata sejarawan plus guru catur yang tinggal di New York, Christopher Maksymowicz. “Tekad itu diumumkan sejak masa Joseph Stalin. Alasannya, hal itu merupakan wujud superioritas Uni Sovyet atas Barat yang mewakili sistem kapitalisme.”

Tak mengherankan bila akademi-akademi catur kemudian tumbuh subur di Uni Sovyet, sehingga ada jaminan pada usia muda seorang pecatur sudah menjadi pemain andal. Sumber daya negara Uni Sovyet dimobilisasi besar-besaran guna mendukung juara dunia catur seperti Mikhail Botvinnik, Tigran Petrosian, dan Garry Kasparov. “Jika anda seorang pecatur handal, anda tak perlu hidup seperti rakyat biasa,” kata Maksymowicz.

Namun, berakhirnya era Perang Dingin berdampak juga pada dominasi catur Uni Sovyet yang disponsori negara. Sejak tahun 1990-an, dana subsidi akademi catur mulai distop, akademi catur juga banyak yang ditutup.

“Perubahan politik di Rusia memiliki dampak begitu luas pada permainan catur. Banyak pecatur berbakat dan ahli catur kemudian memutuskan pindah ke seluruh pelosok dunia pada tahun-tahun itu,” kata Bill Hall, Direktur Federasi Catur AS.

“Mereka memang tak bermaksud jadi terkenal di negara macam Afrika dan India. Tapi inilah saat yang tepat untuk bermain dan belajar bersama mereka. “

Diaspora pecatur itu kemudian memiliki dampak pada dominasi catur Rusia di tingkat dunia.

viswanathan_anand_biography.jpgJuara dunia catur sekarang misalnya, Viswanathan Anand, adalah seorang penduduk asli India. Ia berhasil mengalahkan juara sebelumnya Alexander Khalifman pada tahun 2000. Namun tak lama kemudian gelar itu copot lagi. Anand baru erhasil meraih gelar yang dulu ia rebut itu pada 2007 saat ia berhasil mengalahkan Vladimir Kramnik. Pecatur India lainnya, Krishnan Sasikiran, sekarang tercatat di posisi ke-39 dalam daftar peringkat Federasi Catur Dunia (FIDE).

“Bagi standar pecatur non-Rusia, India sudah sangat bagus,” kata Anand seperti dikutip Financial Times edisi Januari.

Oleh karenanya, India memang harus berterimakasih pada Anand. Berkat Anand India sekarang memiliki kesempatan di catur dunia. Arvind Aaron dari Federasi Catur Seluruh India mengungkapkan saat Anand berhasil menyabet juara dunia pertamanya bulan Desember 2000 di Teheran Iran, catur “tidak masuk hitungan” sebagai rencana pengembangan olahraga di India.

“Pada musim panas 2001, akademi catur mulai bermunculan. Turnamen bagi pecatur muda juga digelar. Semua ini mendapat sambutan luar biasa dari seluruh India,” kata Aaron. “Ini berkat kemenangan Anand.”

Dominasi Rusia juga terputus di tingkat yunior. Pada tahun 2007, pecatur Mesir berusia 19 tahun, Ahmed Adly, menjadi warga Afrika pertama yang memenangkan gelar Juara Dunia Catur Yunior.

“Catur tidak populer di Mesir. Tugas utama saya sebagai juara dunia adalah menolong bangsa saya memahami keindahan catur,” kata Adly ke ChessBase News. “Impian saya sekarang adalah memopulerkan catur di Mesir.”

Beberapa tahun terakhir, China juga menghasilkan beberapa pecatur muda berbakat. Ang Yue, pemain paling top di China sekarang, memperoleh gelar Grandmaster (GM) saat usia 17 tahun. Sekarang pada usia 21 tahun, ia menempati peringkat 25 FIDE.

Pecatur muda China lainnya Wang Hao (19) kini juga tengah menapak. Ia sudah memperoleh gelar master internasional (MI), satu langkah menuju gelar GM. Hao kini tercatat di peringkat tiga pecatur yunior dunia.

Sama seperti halnya Sovyet, China kini mengadopsi pendekatan politik untuk mengembangkan bakat-bakat pecatur. Tak heran bila China kini keranjingan menjadi sponsor turnamen catur, termasuk mendatangkan grandmaster Rusia serta menyediakan hadiah uang cukup besar. Ini dilakukan China sebagai jalan pintas agar pecatur-pecatur belianya mendapat pengalaman di tingkat internasional.

Pendeknya, kekuatan catur dunia kini sudah mulai tersebar. Namun demikian Rusia masih menjadi acuan, jika tak mau dibilang masih sebagai pusat catur dunia.

Buktinya, delapan orang dari 10 pecatur top dunia menurut rangking FIDE masih datang dari bekas negara Uni Sovyet. Mayoritas peringkat 100 pecatur dunia juga masih didominasi nama-nama Rusia, meski kini tak lagi otomatis mereka berwarganegara Rusia.
Gata Kamsky, pemain catur top AS, misalnya, adalah penduduk asli Siberia, Rusia. Grandmaster Spanyol Alexei Shirov, peringkat ke-7 dunia, lahir di Latvia, bekas wilayah Uni Sovyet.

“Maka, jangan kita lupakan bahwa Rusia masih mendominasi catur,” kata Aaron.

Migrasi pemain top Rusia selama tahun 1990 hingga awal 2000, secara tak sengaja turut mendorong perangkat yang memberi sumbangan bagi peta baru persaingan catur dunia: penggunaan perangkat lunak catur di komputer-komputer pribadi.

“Mesin catur” dengan nama seperti Fritz dan Rybka membuat para pengguna komputer pribadi belajar cepat tentang pembukaan, menganalisa kompleksitas posisi bidak, dan melatih pilihan strategi dalam catur cepat. Namun demikian, dampak positif dari program ini tak akan terasakan langsung tanpa diaspora atau penyebaran pecatur Rusia baru ke berbagai pojok dunia.

“Data komputer memiliki pengaruh besar. Anda sekarang bisa belajar tentang pembukaan baru dan mengalisa permainan. Program komputer ini dapat mengurangi kesalahan yang Anda buat,” kata Hall. “Teknologi ini bisa digunakan oleh siapa saja. Tergantung pada tingkat permainan yang Anda inginkan.”

“Inilah sebabnya mengapa sekarang bisa lahir seorang pecatur grandmaster dalam usia 12 tahun. Bobby Fischer sendiri baru mencapai gelar itu pada umur 15,” kata Maksymowicz. “Program Fritz untuk catur sama seperti halnya NASCAR bagi pengemar balapan.”

Agaknya, cepat atau lambat, ketika dunia berpikir tentang catur, mereka juga akan berpikir tentang India atau China sebelum berpikir tentang Rusia. Dan, barangkali mereka juga akan memikirkan Fritz…

In Chess We Trust

14
Nov
08

Vladimir Kramnik: “Jalan panjang menuju puncak”

vladimir-kramnikAkhir-akhir ini dia memang lebih banyak menelan kekalahan dari Vishy Anand. Terakhir Kramnik kalah dalam Kejuaraan Dunia Catur dengan selisih 2 poin,  akhir Oktober lalu. Namun, hingga saat ini, Vladimir Kramnik telah tiga kali memenangkan Kejuaraan Catur Dunia. Dan, sampai sekarang, namanya masih berada di lingkaran puncak pecatur elit dunia selama  satu dekade terakhir.

Guna menguak rahasia suksesnya, ChessBase baru saja meluncurkan DVD berjudul “Vladimir Kramnik: My Path to the Top.” Video itu berdurasi enam jam dan dituturkan  langsung oleh Kramnik.

Terlahir tahun 1975 di Tuapse, Laut Hitam, Vladimir Kramnik memulai debutnya di sekolah catur Botvinnik-Kasparov, Rusia. Saat usia 16 tahun, Kramnik sudah masuk Tim Olimpiade Catur Rusia dan mencetak angka 8,5 dari 9 poin maksimal. Hasil itu  merupakan nilai terbaik selama Olimpiade tersebut.

Pada tahun 2000, Kramnik berlaga melawan seorang legenda catur, Garry Kasparov. Nyatanya Kramnik berhasil menggulingkan Kasparov. Kemenangan itu membuatnya berhasil menyabet gelar juara dunia catur untuk kali pertama.

Gelar juara dunia juga berhasil dia raih lagi tahun 2004 setelah mengalahkan Peter Leko. Pada tahun 2006, Kramnik lagi-lagi menyabet juara setelah menyungkurkan juara dunia catur versi FIDE, Veselin Topalov. Kemenangan atas Topalov itu pula yang membuat Kramnik menjadi pecatur pertama yang berhasil menyatukan kembali gelar juara dunia catur.

Di DVD itu, Vladimir Kramnik kembali menengok ulang perjalanan karirnya. Sejak dia masih duduk sebagai siswa kelas rendah sampai ke Kejuaraan Catur Dunia tahun 2006. Dibumbui dengan humor, ia menuturkan perasaan hatinya saat ia menjadi bagian Tim Catur Rusia yang berhasil menyabet medali emas.

Di video itu pula Kramnik dengan jujur merasa seperti menjadi seorang Herkules. Terutama saat ia mengalahkan pelatih sekaligus guru caturnya, Garry Kasparov…

In Chess We Trust

30
Okt
08

Game 11 WCC 2008: Remis, Anand pertahankan gelar juara dunianya

Vishy Anand akhirnya mempertahankan gelar juara dunianya, setelah pada game 11 yang menegangkan World Chess Championship yang berlangsung di Bonn, jerman ini berakhir remis di langkah 24. Dengan hasil seri di game 11 ini, Anand tetap unggul atas Kramnik 6.5:4.5 meskipun masih menyisakan 1 game lagi.

Di jam 8 malam wita kemarin, saya online di Playchess.com dan melihat live langkah-langkah kedua pecatur top ini dan begitu banyak pecatur-pecatur luar negeri yg bertitle GM, IM, FM yang berdatangan dan turut menyaksikan game 11 WCC 2008 ini Brodcast Room via Playchess.com, begitu banyak komentar dan respon yg diberikan. Beruntung juga nih saya, dapat melihat langkah-langkah kedua pecatur top ini walaupun hanya sebatas via internet 😀 but anyway… CONGRATS FOR ANAND!!! 🙂 Klik disini untuk melihat game reply nya

29
Okt
08

Game 10 WCC 2008: Kramnik kalahkan Anand

Vladimir Kramnik akhirnya meraih kemenangan pertamanya atas Vishy Anand dalam laga dwi tarung di World chess Championship 2008 Bonn, jerman kemarin lalu. Kemenangan yang diraih oleh Kramnik ini sedikit membuka peluang bagi dirinya untuk memburu ketinggalannya. Saat ini Anand masih unggul 2 poin atas Kramnik yang masih menyisakan 2 game lagi. Apabila di 2 game yang masih tersisa Kramnik memenangkannya, maka akan di lakukan ‘Tiebreak’ yang artinya perpanjangan babak. Tentunya Kesempatan yang dimiliki oleh Kramnik ini bukanlah hal yang mudah, mengingat Anand yang hanya membutuhkan hasil remis untuk tetap mempertahankan gelar juara dunianya.

Klik disini untuk melihat game reply nya

26
Okt
08

Game 7 & 8 WCC 2008: Remis, Anand butuh 1 poin lagi untuk pertahankan gelar juara dunia

World Chess Championship 2008 menyisakan 4 game lagi setelah pada game 7 & 8 kemarin masing-masing pecatur hanya menghasilkan 1 poin, yang artinya kedua pecatur hanya bermain remis. Anand saat ini masih unggul 3 poin atas Kramnik dengan skor 5.5:2.5. Bagi Anand, tinggal selangkah lagi ia akan mempertahankan gelarnya sebagai juara dunia catur, karena yang ia butuhkan hanyalah 1 poin kemenangan di game berikutnya. Apabila di game berikutnya ia menang, maka selisih poin akan bertambah menjadi 4 sehingga Kramnik sudah tidak bisa lagi mengejar ketinggalannya walupun masih menyisakan 3 game lagi. Replay game 7 dan 8

24
Okt
08

Game 6 WCC 2008: Kramnik kembali kalah, Skor 4.5:1.5

Sang juara bertahan Vishy Anand kembali membuat kejutan. Ia kembali mengalahkan Vladimir Kramnik dengan buah putih di game ke 6, tepat pada langkah ke 35 Kramnik harus menyerah setelah Anand unggul dengan kualitas Menteri. Pada babak awal dan babak tengah permainan, Kramnik mengorbankan bidaknya dengan kompensasi agar ia memiliki banyak inisiatif dalam tekanan. Dengan keunggulan 2 bidak Anand terus mempertahankannya dan terus memberikan pertahanan yang kuat dan menahan Kramnik hingga ke babak akhir. klik disini untuk melihat reply gamenya